Rangkuman Praktikum Basis Data
angkuman Basis Data
1 - 6
Assalamualaikum wr.wb perkenalkan nama saya
Dimas Bayu Anjasmara
Mahasiswa Umsida Jurusan Teknik Informatika
Dari praktikum Algoritma dan Struktur Data ini saya mendapat ilmu yang banyak dan hampir semuanya bermanfaat, dari yang awalnya tidak bisa menjadi bisa.
Sekarang saya akan memberikan rangkuman tentang apa yang sudah saya dapatkan pada Praktikum Basis Data yang bersumber dari modul asli UMSIDA.
Jika ingin mengenal lebih dalam tentang universitas saya, silahkan akses link berikut :
MATERI MODUL
POKOK BAHASAN 1
BASIS
DATA, MODEL DATA, DIAGRAM E-R
PENDAHULUAN
Pada pokok bahasan ini berisi penjelasan disertai contoh mengenai
konsep basis data, pemodelan data dan pembuatan diagram E-R yang
menjadi pemahaman dasar bagi mahasiswa sebelum mempelajari system
basis data dan Structure Quary Language (SQL), dimana konsep ini
nantinya digunakan untuk mempresentasikan sebuah system basis
data, diharapkan mahasiswa dapat :
1. Memahami system basis data dan
komponennya.
2. Membuat desain basis data menggunakan
ER_Diagram.
3. Memahami dan menginlementasikan fitur-fitur yang ada pada
ER_Diagram.
PENYAJIAN (TUTORIAL)
1. Konsep Sistem Basis Data
Basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis
di dalam komputer dan dapat atau dimanipulasi serta dapat diakses
dengan mudah dan tepat menggunakan perangkat lunak (program
aplikasi) untuk menghasilkan sebuah
informasi.
System basis data merupakan ruang lingkup yang lebih luas dari
basis data. System basis data memuat sekumpulan basis data dalam
suatu system yang mungkin tidak ada hubungan antara satu engan
yang alain secara keseluruhan mempunyai hubungan sebagai sebuah
system yang didukung oleh komponen
lainnya.
Komponen Sistem Basis Data: Perangkat Keras (Hardware), Sistem
Operasi (Operating System), Basis Data (Database), DBMS (Database
Management System), Pemakai (User).
DBMS (Database Management System) merupakan basis data dan set
perangkat lunak (software) untuk pengelolaan
basis data.
2. Konsep Model Data
Model data merupakan suatu cara untuk menjelaskan tentang
data-data yang tersimpan dalam basis data dan bagaimana hubungan
antar datav tersebut untuk para
pengguna (user) secara logika. Secara garis besar
model data dapat dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu
:
1. Model Dta Berbais Obje (Object based data
model).
Meruapakan hipunan data dan relasi yang menjelaskan hubungan
logic antar data dalam suatu basis data berdasarkan pada obyek
datanya. Salah satunya adalah Entity elationship
Model.
Model Entity Relationship Diagram (ERD)
atau Conceptual data model (CDM) Merupakan suatu
model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data
erdasarkan suatau presepsi bahwa dunia nyata terdiri dari
obyek-obyek dasar (entitas) yag mempunyai hubungan atau relasi
antar obyek-obyek dasar (entitas) tersebut yang dilukiskan dengan
menggunakan symbol-simbol grafik
tertentu.
2. Model Data Berbasis Record (Record Based Data Model)
Model ini berdasarkan pada record/rekaman untuk menjelaskan
kepada para pemakai tentang logika antar data dalam basis data.
Salah satunya adalah Relation model.
Model Rasional merupakan model data yang menjelaskan pada
pengguna tentang hubungan logic antar data dalam basis data dengan
mempresentasikannya ke dalam bentuk tabel-tabel yag terdiri atas
sejumlah basis yang menunjukkkan record dan kolom
yang
menunjukkan atribut tertentu.
3. Physical Based Dta Model
Model ini berdasarkan pada teknis penyimpanan record dalam bais
data. Mode ini jarang digunakan untuk memodelkan data kepada
pemakai karena kerumitan dan kompleksitasnya yang
tinggi.
3. Bahasa Basis Data
Bahasa yag digunakan untuk mendefinisikan, mengelolah dan
memanipulasi basis data dikelompokkan 3 macam yaitu
:
1. DDL (Data Definition Language) digunakan
untuk mendefiisikan struktur dan kerangka dari basis data yang
meliputi :
a. Membentuk basis data, tabel, indeks.
b. Mengubah struktur table.
c. Mengahapus basis data, tabel atau
indeks.
2. DML (Dta Manipulation Language) digunakan untuk menjabarkan pemrosesan data data yang
meliputi :
a. Menambahkan atau meyisipkan data baru ke basis
data
b. Mengelolah data yang tersimpan dalam bais data
(query)
c. Mengubah dan meghapus data dalam basis
data.
3. DCL (Data Control Language) digunakan
untuk prngaturan hak akses prngguna pada basis data yang
meliputi :
a. Menugaskan model data yang dikembangkan berdasarkan obyek atau
entitas. ER_D berguna membantu perancangan atau analis system
pada saat melakukan analisis dan perancangan basis data karena
model ini dapat menunjukkan macam data yang dibutuhkan dan
direalisasikan antar data di dalamnya.
1. Komponen ER_Diagram
Sebuah diagram ER tersusun ats tiga komponen, yaiti entitas yang
merupakan obyek dasar yang terlibat dalam system, atribut yang
berperan sebagai penjelas entitas, kerelasian antar entitas
menunjukkan yang terjadi diantara dua
entitas.
a. Entitas (Entity)
Entitas menunjukkan obyek-obyek dasar yang terkait di dalam
system. Obyek dasar dapat berupa orang, benda atau halyang
keterangannya perlu disimpan di dalam basis data. Macam-macam
Entitas :
· Entitas Reguler
Entitas ini disebut dengan juga entitas dominan (strong entity).
Keberadaan entitas ini tidak tergantung pada entitas yang
lain.
Contoh : Matakuliah_konsentrasi, bergantung pada entitas
Matakuliah.
· Entitas dependen
Entitas ini disebut juga entitas tidak bebas/independen atau
entitas lemah (weal entitas) atau entitas subordinat. Entitas ini
dapat muncul jika ada entitas lain sebagai acuannya (entitas
regular).
· Entitas suoer type atau sub type
Entitas super type merupakan entitas yanga lebih
rendah yiatu entitas yag menjadi entitas bagian darai entita
lain.
Contoh : Entitas karyawan_tetap dan
karyawan_tidak_tetap
b. Atribut (Attribute)
Merupakan keterangan-keterangan yang terkait pada sebuah entitas
yang perlu disimpan ke dalam dataase. Attribute berfungsi sebagai
penelas pada sebuah entitas. Contoh : mahaiswa mempunyai atribut
nim, nama, jurusan, kelamin, tempat_lahir, tanggal_lagir,
dsb.
Atribut pada sebuah entitas dibagi menjadi 2 yaitu
:
· Atribut sederhana (simple attribute), yaitu
jika atribut berisi sebuah
komponen/nilai/elementer.
Contoh : pada entitas mahsiswa adalah tahun mausk =
2013
· Atribut komposit (composite attribute), yaitu
jika atribut berisi lebih dari sebuah komponen
nilai.
Contoh : pada entitas mahasiswa adalah tanggal lahir yang terdiri
atas komponen nilai tanggal, bulan,
tahun.
c. Kerelsian antar entiatas
(Entity Relationship)
Mendefinisikan hubungan antara 2buah entitas. Jenis kerelasian
antar entitas dibagi menjadi 3 sebagai berikut
:
1. Kerelasian jenis suatu ke satu (one to one), kerelasian
terjais jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas
yangberhubunhan hanya memungkinkan terjaid sebuah kejadian atau
transaksi pada kedua entitas.
Gambar 1.1 Relasi satu ke satu
Dimana setiap tupel (baris) pada entitas A berhubungan dengan
paling banyak satu tupel pada entitas B, dan begitu juga
sebaliknya setiap tupel pada entitas B berhubungan dengan paling
banyak satu tupel pada entitas A.
2. Kerelasian banyak ke satu (many to one) atau satu ke banyak
(one to many), kerelasian ini terjadi jika kejadian atau
transaksi di antara dua entitas yang berhubungan hanya
memungkinkan terjadi satu kali dalm entitas pertama dan dapat
terjadi lebih dari satu kali kejadian atau transaksi pada
entitas kedua.
· Satu ke banyak (one to many)
Dimana satu tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap tupel pada enttal B berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas A.
Gambar 1.2 Relasi satu ke banyak
· Banyak ke satu (many to one)
Dimana setiap tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan
paling banyak satu tupel pada entitas B, tetapi tidak sebaliknya,
dimana setiap tupel entitas A berhubungan dengan paling banyak
satu tupel pada entitas B.
Gambar 1.3 Relasi banyak ke Satu
3. Kerelasian jenis banyak ke banyak (many to many)
Kerelasian jenis ini terjadi jika kejadian atau transaksi di
antara dua entitas ynag berhubungan memungkinkan terjadi lebih
dari satu kali dalam entitas pertama dan
kedua.
Gamabr 1.4 Relasi banyak ke banyak
Dimana setiap tupel pada entita A dapat berhubungan dengan banyak
tupel pada entitas B, dan demikian juga sebaliknya, dimana setiap
tupel pada entitas B dapat berhubungan dengan banyak tupel pada
entitas A.
2. Langkah-langkah Membuat diagram
ER_Diagram
Untuk membuat ER_Diagram secara lengkap apat dilakukan dengan
mengikuti langkah-langkah sebagai berikut
:
· Identifikasikan setiap entitas yag
terlibat.
· Lengkapi masing-masig entitas dengan atribut yag
sesuai.
· Tentukan primary key dari masing-masing
entitas.
· Identifikasikan setiap kerelasian berikut jenisnya ynag terjadi
di antara entitas dengan membuat tabel daftar kerelasian antar
entitas.
· Gambarkan simbil-simbol entitas, atribut, dan kerelasian antar
entitas secara jelas dan tidak
bertabrakan/
· Cek ER_Diagram yang terbentuk, dalam hal : kelengkapan entitas, kelengkapan atribut, kelngkapan kerelasian antar entitas dan jenis kerelasian antar entitas.
LEMBAR KERJA DAN TUGAS
A. LEMBAR KERJA
Bacalah dengan seksama studi kasus perancangan basis data di
bawah ini :
Perpustakan di Univresitas Muhammadiyah Sidoarjo memutuskan untk
menyimpan semua informasi mengenai koleksi bukunya dalam sebuah
basis data (database). Basis data yang akan di
rancang mempunyai dekskripsi sebagai berikut
:
1. Setiap mahasiswa yang ingin meminjam buku harus mempunyai kartu
anggota yang terdiri dari kode anggota, nama, alamat, email dan
telpon.
2. Tiap buku yang dupinjamkan mempunyai kode buku, judul buku,
tahun terbit, pengarang dan penerbit.
3. Tiap pengarang yang hukunya di beli diperpustakaan mempunyai
kode pegarang dan nama pengarang.
4. Tiap penerbit yang bukunya telah di beli oleh perpustakaan
mempunyai kode penerbit, nama penerbit, nama perusahaan, alamat,
kabupaten dan telpon.
5. Tiap buku bisa dipinjam oleh beberapa anggota dan seorang
anggota bisa meminjam beberapa buku.
6. Tiap pengarang mungkin mengarang beberapa buku dan setiap huku
dapat di pinjam oleh beberapa orang
anggota.
7. Tiap peerbit bisa menerbitkan beberapa buku seorang pengarang
bisa menghasilkan beberapa buku.
Langkah-langkah merancang basis data perpustakaan
:
1. Identifikasi setiap entitas yang terlibat dengan membuat tabel daftar entitas.Tabel 1.1 Daftar Entitas
|
No |
Nama Entitas |
|
1. |
Anggota |
|
2. |
Buku |
|
3. |
Pengarang |
|
4. |
Penerbit |
2. Lengkapi masing-masing entitas dengan atribut yang
sesuai.
Tabel 1.2 Atribut masing-masing
entitas.
|
Entitas |
Atribut yang diperlukan |
|
Anggota |
Kode_anggota, nama, alamat, email,
telpon |
|
Buku |
Kode_buku, judul_buku, harga, tahun_terbit, pengarang,
penerbit |
|
Pengarang |
Kode_pengarang, nama_pengarang |
|
Penerbit |
Kode_penerbit, nama_penerbit, nama_perusahaan, alamat,
kabupaten, telpon |
3. Tentukan primary key dari masing-masing
entitas
Tabel 1.3 Primary key
|
Entitas |
Primary Key |
|
Anggota |
Kode_anggota |
|
Buku |
Kode_buku |
|
Pengarang |
Kode_pengarang |
|
Penerbit |
Kode_penrbit |
4. Identifikasikan setiap kerelasian berikut jenisnya yang
terjais diantara entitas engan membuat tabel daftar kerelasian
antar entitas.
Tabel 1.4 Kerelasian antar entitas
|
Entitas yang berhubungan |
Nama Kerelasian |
Jenis Kerelasian |
Representasi |
|
|
Entitas 1 |
Entitas 2 |
|||
|
Anggota |
Buku |
Meminjam |
n-ke-n |
File peminjaman :
Id_peminjaman, kode_amggota, kode_buku, tanggal_pinjam,
tanggal_kembali. |
|
Buku |
Pengarang |
Mengarang |
n-ke-n |
Penghubung :
Kode_pengarang dalam entitas
buku |
|
Buku |
Penerbit |
Menerbitkan |
n-ke-n |
Penghubung :
Kode_penerbit dalam entitas
buku |
5. Gambarkan symbol-simbol entitas, atribut, dan kerelasian
antar entitas secara jelas dan tidak
bertabrakan.
Hasil ER_Diagram untuk basis data pengolahan data perpustakaan
tanpa melibatkan atribut untuk setiap entetas sebagai berikut
:
Gambar 1.5 E-R Diagram Perpustakaan
6. Gambarkan model konseptual dari ER_Diagram diatas
Model konseptual digunakan untuk memperjelas relasi antara
entitas satu dengan entitas lain mengunakan Primary Key dan
Foreign Key.
Gambar 1.6 Model Konseptual
Perpustakaan
7. Membuat Kamus Data (Struktur Entetitas)
Kamus data digunakan untuk menjabat struktur dari tabel atau
entitas basis data.
Tabe1.5 Anggota
|
No |
Field |
Type |
Size |
Keterangan |
|
1 |
Kode_anggota |
Varchar |
5 |
Primary Key |
|
2 |
Nama |
Varchar |
25 |
|
|
3 |
Alamat |
Varchar |
50 |
|
|
4 |
Email |
Varchar |
20 |
|
|
5 |
Telpon |
Varchar |
15 |
|
Tabel 1.6 Buku
|
No |
Field |
Type |
Size |
Keterangan |
|
1 |
Kode_buku |
Varchar |
5 |
Primary Key |
|
2 |
Judul_buku |
Varchar |
35 |
|
|
3 |
Harga |
Integer |
5 |
Default 0 |
|
4 |
Tahun terbit |
Varchar |
5 |
|
|
5 |
Kode_pengarang |
Varchar |
5 |
Foreign Key |
|
6 |
Kode_penerbit |
Varchar |
5 |
Foreign Key |
Tabel 1.7 Pengarang
|
No |
Field |
Type |
Size |
Keterangan |
|
1 |
Kode_pengarang |
Varchar |
5 |
Primary Key |
|
2 |
Nama_pengarang |
Varchar |
35 |
|
Tabel 1.8 Penerbit
|
No |
Field |
Type |
Size |
Keterangan |
|
1 |
Kode_penerbit |
Varchar |
5 |
Primary Key |
|
2 |
Nama_penerbit |
Varchar |
25 |
|
|
3 |
Nama_perusahaan |
Integer |
50 |
|
|
4 |
Alamat |
Varchar |
50 |
|
|
5 |
Kabupaten |
Varchar |
25 |
|
|
6 |
Telepon |
Varchar |
15 |
|
Tabel 1.9 Peminjaman
|
No |
Field |
Type |
Size |
Keterangan |
|
1 |
Id pinjam |
Number |
5 |
Auto increment |
|
2 |
Kode_anggota |
Varchar |
5 |
Foreign Key |
|
3 |
Kode_buku |
Varchar |
5 |
Foreign Key |
|
4 |
Tanggal_pinjam |
Date |
|
Default |
|
5 |
Tanggal_kembali |
Date |
|
Default |
POKOK BAHASAN 2
STRUCTURED QUERY LANGUAGE (SQL)
PENDAHULUAN
Pada pokok bahasan ini akan dibahas mengenai structured query
language (SQL) yang pembahsannya meliputi definisi dan
representasi sql, elemen-elemen pada sql serta penerapan operasi
elemen sql pada MySQL. Sehingga setelah mempelajari bab ini
diharapkan mahasiswa mampu :
-
Menjelaskan definisi dan represntasi
SQL
-
Mengetahui elemen-elemen pada SQL
-
Memahami fungsi-fungsi dan operator dalam
SQL
-
Mengetahui cara menginstall MySQL pada sistem operasi
Windows
PENYAJIAN (TUTORIAL)
-
SQL (Structured Query Language)
SQL merupakan suau Bahasa (language) standar menurut ANSI
(American National Standard Institute) yang digunkan untuk
mengakses basis data. SQL pertama kali diterapkan pada system R
(sebuah proyek riset pada laboratorium riset San Jose, IBM).
Kini SQL juga dijumpai pada berbagai platform, dari
mikrokomputer hingga mainframe SQL dapat digunakan baik secara
berdiri maupun dilekatkan pada bahsa-bahasa lain seperti C dan
Delphi. SQL juga telah menjadi bagian dari sejumlah DBMS,
seperti Oracle, Sybase, MuSQL dan
Informix.
-
Elemen SQL
Elemen dasar SQL mencakup pernyataan, nama, tipe data,
ekspresi, operator relasi, operator logika dan fungsi
bawaan.
a. Pernyataan
Merupakan perintah SQL yang meminta sesuatu tindakan kepada
DBMS (Database Management System). SQL memiliki
kirakira 30 pernyataan. Beberapa pernyatan dasar SQL dapat
dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.1 Pernyataan SQL
|
Pernyataan |
Keterangan |
|
CREATE |
Menciptakan basis data, tabel atau
indeks |
|
ALTER |
Mengubah struktur table |
|
DROP |
Menghapus basis data, taebel atau
indeks |
|
COMMIT |
Mengakhiri sebuah eksekusi transaksi
data |
|
ROLLBACK |
Mengembalikan ke keadaan semula sekiranya suatu
intraksi gagal dilaksanakan. |
|
INSERT |
Menambahkan sebuah baris tabel |
|
UPDATE |
Mengubah nilai pada sebuah
baris |
|
SELECt |
Memilih baris dan kolom pada
tabel |
|
DELETE |
Menghapus baris pada table |
|
GRANT |
Menugaskan hak terhadap basis data kepada pengguna atau
grup pengguna |
|
REVOKE |
Membatalkan hak terhadap basis
data |
Yang semuanya dikelompokkan berdasarkan fungsinya masing-masing
yaitu :
a. Data Definition Language (DDL) : Digunakan untuk
mendefinisikan data dengan menggunakan perintah : CREATE,
DROP, ALTER.
b. Data Manipulation Language (DML) : Digunakan untuk
memanipulasi data dengan mengguakan perintah : INSERT, SELECT,
UPDATE, DELETE.
c. Data Control Language (DCL) : Digunakan untuk mengontrol hak
para pemakai data dengan perintah : GRANT,
REVOKE.
Gambar 2.1 komponen SQL
b. Nama
Nama digunakan sebagai identitas bagi objek-objek pada
DBMS (Database Management System). Contoh objek
pada DBMS adalah tabel, kolom dan
pengguna.
c. Tipe Data
Setiap data memiliki tipe data. Berikut ini adalah tipe data
dalam MySQL :
Tabel 2.2 Tipe Data untuk numerik
|
Tipe |
Keterangan |
Range Nilai |
|
TINYINT |
Nilai integer yang sangat
kecil |
Signed : -128 s.d. 127
Unsigned : 0 s.d. 255 |
|
SMALLINT |
Nilai integer yang kecil |
Signed : -32768 s.d. 32767
Unsigned : 0 s.d. 65535 |
|
MEDIUMINT |
Integer dengan nilai medium |
Signed : -8388608 s.d. 8388607
Unsigned : 0 s.d. 16777215 |
|
INT |
Integer dengan nilai standar |
Signed : -2147483648 s.d.
2147483647
Unsigned : 0 s.d. 4294967295 |
|
BEGINT |
Integer dengan nilai besar |
Signed : -9223372036854775808 s.d.
9223372036854775807
Unsigned : 0 s.d.
18446744073709551615 |
|
FLOAT |
Bilangan desimal dengan
single-precission |
Minimum ± 1.175494351e-38
Maksimum ± 3.402823466e+38 |
|
DOUBLE |
Bilangan decimal dengan
double-precission |
Minimum ±
2.2205738585072014e-308
Maksimum ±
1.7976931348623457e+308 |
|
DECIMAL(M,D) |
Bilangan float (decimal) yang dinyatakan sebagai
string. M adalah jumlah digit yang disimpan dalam suatu
kolom N adalah jumlah digit dibelakan
koma |
Tergantung pada nilai M dan D |
Keterangan :
Signed dan Unsigned adalah atribut untuk tipe data
numerik
- Signed : Data yang disimpan dalam suatu kolom dapat berupa
data negative dan positif.
- Unsigned : Digunakan agar data yang dimasukkan bukan data
negative (>=0). Tipe data float tidak dapat dinyatakan
dengan unsigned.
Tabel 2.3 Tipe data string atau
karakter
|
Tipe |
Keterangan |
Ukuran Maksimum |
|
CHAR(n) |
String karakter dengan panjang yang tetap, yaitu
n |
1 M byte |
|
VARCHAR(n) |
String karakter dengan panjang yang tidak tetap,
maksimum n. |
1 M byte |
|
TINYBLOB |
BLOB (Binary Large Object) yang sangat
kecil |
2^8-1 byte |
|
BLOB |
BLOB berukuran kecil |
2^16-1 byte |
|
MEDIUMBLOB |
BLOB berukuran sedang |
2^24-1 byte |
|
LONGBLOB |
BLOB berukuran besar |
2³²-1 bayte |
|
TINYTEXT |
String text yang sangat kecil |
2^8-1 byte |
|
TEXT |
String text berukuran kecil |
2^16-1 byte |
|
MEDIUMTEXT |
String text berukuran medium
(sedang) |
2^24-1 byte |
|
LONGTEXT |
String text berukuran besar |
2³²-1 byte |
|
ENUM |
Enumerasi, kolom dapat diisi dengan atu ember
enumerasi |
65535 anggota |
|
SET |
Himpunan, kolom dapat diisi dengan beberapa nilai
anggota himpunan. |
64 anggota himpunan |
Tabel 2.4 Tipe data tanggal dan jam
|
Tipe |
Range |
Format |
|
DATE |
“1000-01-01” s.d.
“9999-12-31” |
“0000-00-00” |
|
TIME |
“-832:59:59” s.d. “838:59:59” |
“00:00:00” |
|
DATETIME |
“1000-01-01 00:00:00” s.d. “9999-12-31
23:59:59” |
“0000-00-00 00:00:00” |
d. Konstanta
Konstanta menyatakan nilai yang tetap atau tidak berubah.
Konstanta sering di pakai pada perintah SELECT. Konstanta di
bagi menjadi 2 :
1. Konstanta bertipe numerik : 200, -3, 1500,
3.25
2. Konstanta bertipe karakter : “Teknik
Informatika”
Keterangan :
Konstanta bertipe karakter atau String diapit oleh tanda petik
tunggal. Dan konstanta dengan nilai pecahan decimal adalah
berupa tanda titik.
e. Operator Aritmatika
Operator Aritmatika adalah ekspresi untuk memperoleh suatu
nilai dari hasil perhitungan.
Contoh : harga*jumlah+2
Simbol-simbol yang dapat digunakan pada ekspresi aritmatika
:
Tabel 2.5 Simbol Ekspresi
Aritmatika
|
Symbol |
Keterangan |
|
* |
Perkalian |
|
/ |
Pembagian |
|
+ |
Penjumlahan |
|
- |
Pengurangan |
|
% |
Sisa pembagian |
f. Operator Relasi
Merupakan operator yang digunakan untuk membandingkan suatu
nilai dengan nilai yang lain. Biasanya operator relasi digunakan
bersamaan dengan operator logika dalam membantu untuk
menampilkan informasi dengan kriteria
tertentu.
Simbol-simbol yang dapat digunakan papa operator rrelasi
:
Tabel 2.6 Simbol Operator Relasi
|
Simbol |
Keterangan |
|
= |
Sama dengan |
|
> |
Lebih besar |
|
< |
Lebih kecil |
|
>= |
Lebih besar atau sama dengan |
|
<= |
Lebih kecil atau sama dengan |
|
<> |
Tidak sama dengan |
g. Operator Logika
Oprator logika ada 3 yaitu OR, AND, dan
NOT
Tabel 2.7 Operator Logika
|
Simbol |
Keterangan |
|
NOT atau ! |
Sebagai negasi atau pembalik
nilai |
|
OR atau || |
Atau |
|
AND atau && |
Dan |
h. Operator pembanding
Tabel 2.8 Operator Pembanding
|
Simbol |
Keterangan |
|
IS NOT NULL |
Apakah sebuah nilai adalah tidak kosong (not
null) |
|
IS NULL |
Apakah sebuah nilai adalah kosong
(null) |
|
BETWEEN |
Apakah suatu nilai di antara dua batasan
nilai |
|
IN |
Apakah suatu nilai di dalam pilihan yang
ada |
|
NOT IN |
Apakah suatu nilai tidak berada dalam pilihan yang
ada |
|
LIKE |
Apakah suatu nilai sesuai dengan kriteria
tertentu |
|
NOT LIKE |
Apakah suatu nilai tidak sesuai dengan kriteria
tertentu |
i. Aggregate Functions (Fungsi Agregat)
Fungsi adalah sebuah program yang menghasilkan suatu nilai jika
dipanggil. Fungsi agregat adalah fungsi standar di dalam SQL,
suatu fungsi yang digunakan untuk melakukan summary, fungsi
statistic standar yang dikenakan pada suatu tabel atau
query.
1. SUM(ekspresi)
2. Fungsi ini digunkan untuk mendapatkan nilai total dari suatu
kolom pada suatu tabel.
3. AVG(ekspresi).
Fungsi ini digunakan untuk mencari rata-rata nilaialam suatu
kolom dari suatu tabel atau ekspresi. Ekspresi dalam fungsi AVG
umunya adalah nama kolom. Kolom yang dicari nilai rata-ratanya
adalah kolom dengan tipe data numerik.
4. COUNT(x)
Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah record (baris)
dari suatu kolom dari suatu tabel. X adalah nama kolom yang
ingin dicari jumlah barisnya.
5. MAX (ekspresi)
Fungsi ini digunakan untuk menerima nilai terbesar dari suatu
kolom dari suatu tabel. Kolom yang dicari nilai terbesarnya
memiliki tie data numeruk.
6. MIN (ekspresi)
Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai terkecil dari suatu
kolom dari suatu tabel. Kolom yang dicari nilai terkecilnya
memiliki tipe data numerik.
65 MySQL (My Structured Query
Language)
MySQL adalah Relational Database Management System (DBMS) yang
didistribusikan secara gratis di bawah license GPL (General
Public License). Setiap orang bebas menggunakan MySQL tetapi
harus bersifat open source. MySQL menggunakan bahasa SQL
(Structured Query Language).
Kelebihan MySQL dalam mengelolah data adalah
:
· Kecepatan, MySQL mempunyainkecepatan paling baik dibandingkan
RDBMS lainnya.
· Mudah digunakan, perintah dalam MySQL dan aturan-aturannya
relative mudah diingat dan diimplementasikan karena MySQL
menggunakan SQL sebagai Bahasa standar
database.
· Open source, MySQL sudah menggunakan konsep open source,
artinya siapapun dapat ikut dalam mengembangkan MySQL dan
hasil pengembangannya dipublikasikan kepada
pemakai.
· Kapabilitas, MySQL mampu memproses data yang tersimpan dalam
database dengan jumlah 50 juta record, 60.000 tabel dan
50.000.000.000 juta baris.
· Biaya murah, pemakai dapat mengguakan MySQL tanpa harus
mengeluarkan biaya yang cukup mahal selama menikuti konsep
open source.
· Keamanan, MySQL menerapkan system keamanan dan hak akses
secara bertingkat, termasuk dekungan dengan keamanan data
secara pengacakan lapisan data.
· Lintas platform, MySQL dapat dijalankan pada beberapa system
operasi di antaranya yaitu Linux, Windows, FreeBSD, Novel
Netware, Sun Solaris, SCO Open Unix dan IBM’s
IAX.
1. Instalasi MySQL-5.0.22-WIN32 :
1. Jalankan file setup MySQL, yaitu mysql-5.0.22-win32.exe maka muncul dialog instalasi sebagai berikut :
Gambar 2.2 Kotak Dialog Instalasi
2. Pilih tombol Next kemusian muncul kotak dialog seperti dibawah ini :
Gambar 2.3 Kotak dialog setup type
3. Pilih Cutom, kemusian pilih tombol Next. Kemusian tampil dialogfitur program sebagai berikut :
Gambar 2.4 Kotak dialog Custom setup
4. Klik tanda silang pada Developer Compenents, kemusian pilih This feature will be installed on local hard drive sebagai berikut :
Gambar 2.5 Kotak dialog select program
installed
5. Kemudian pilih tombol Change…., pada folder name ubah menjadi c:/mysql sesuai dengan gambar berikut :
Gambar 2.6 Kotak dialog change current destination
Folder
6. Pilih OK, kemusian pilih tombol Next, dan pilih tombol Install, maka proses instalasi dimulai.
Gambar 2.7. kotak dialog Ready to install the
Program
7. Berikutnya muncul dialig account, pilih Skip Sign-Up dan klok tombol Next maka akan muncul kotak
dialog sebagai berikut :
Gambar 2.8 Kotak dialog Account
8. Klik tombol Finish dan tombol Next maka akan muncul kotak dialog sebagai berikut :
Gambar 2.9 Kotak dialog select a configuration
type
9. Pilih Standard Configuration dan klik tombol Next
Gambar 2.10 Standar Configuration
10. Pilih tombol Next, kemudian muncul gambar berikut ini. Masukkan password yang diinginkan pada kota isian New root password dan Confirm berikut ini untk sekuritas, misalnya umsida. Klik tombol Next.
Gambar 2.11 Kotak dialog security
options
11. Klik tombol Excute sebagai tahap akhir.
Gambar 2.12 Kotak dialog Excute
12. Klik Finish.
Gambar 2.13 Kotak dialog processing
Configuration
a. Melakukan Koneksi ke MySQL :
Cara 1 :
1. 1. Melalui DOS Prompt, masuk ke direktori utama MySQL dengan cara sebagai berikut (yang diketik hanya yang digaris bawah) :
C:\> cd c:\appserv\mysql\bin
2. Setelah itu ketikkan perintah berikut (yang diketik hanya yang
digaris bawah) :
C:\appserv\mysql\bin> mysql –u root –p
maka akan diminta untuk memasukkan password, isikan password
yang digunakan pada saat instalasi, yaitu umsida.
b. Merubah Prompt MySQL :
Rubahlah nama prompt mysql dengan nama dan nim masing-masing
mahasiswa.
Sintax :
MariaDB[(none)]> prompt prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >>
POKOK BAHASAN 3
DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL)
PENDAHULUAN
Pada pokok bahasan ini akan dibahas mengenai data definition
language pada SQL, dimana DDL digunakan untuk memanipulasi data
dalam basis data. Setelah mempelajari materi ini diharapkan
mahasiswa mampu untuk :
1. Mahasiswa mampu memahami dan membuat basis
data.
2. Mahasiswa mampu memahami dan membuat tabel dari basis
data.
3. Mahasiswa mampu mengelolah dan memanipulasi basis data dan
tabel-tabelnya.
PENYAJIAN (TUTORIAL)
A. Data Definition Language (DDL)
DDl merupakan bagian dari sql yang digunakan untuk
mendefinisikan struktur dari kerangka data dan obyek basis data.
Basis juga dikatakan merupakan kelompuk perintah yang berfungsi
untuk mendefinisikan atribut-atribut basis data, tabel,
batasan-batasan terhadap suatu atribut, serta hubungan antar
tabel.
Tabel 3.1 Perintah-perintah dalam DDL
|
Perintah |
Keterangan |
|
Create Database |
Membuat basis data |
|
Drop Database |
Menghapus basis data |
|
Create Table |
Membuat table |
|
Alter Table |
Mengubah atau menyisipkan kolom ke dalam
tabel |
|
Drop Table |
Menghapus tabel dari basis
data |
|
Create Index |
Mebuat Index |
|
Drop Index |
Menghapus Index |
B. Perintah–perintah DDL
Berikut ini perintah-perintah sql untuk Data Definition
Language :
a. Membuat Database
Syntax :
CREATE DATABASE namadatabase;
Dimana :
Nama database yang dibuat tidak boleh mengandung apasi dan tidak boleh memiliki nama yang sama dengan database lain di MySQL. Berikut ini perintah untuk membuat basis data dengan nama perpustakaan :
prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >> create database perpustakaan;
a. Menampilkan daftar Database
Untuk menampilkan daftar basis data yang ada di MySQL dapat
menggunakan perintah :
SHOW DATABASE;
Berikut ini perintah untuk menampilkan daftar basis data
:
prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204)>> show databases;
a. Menghapus Database
Untuk melakukan pengahpusan terhadap basis data yang sudah
dibuat.
Syntax :
DROP DATABASE namadatabase;
Dimana :
Database yang akan dihapus harus sesuai dengan nama
database. Berikut ini perintah untuk menghapus database
dengan nama perpustakaan :
prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204)>> drop database perpustakaan;
a. Mengaktifkan Database
Sebelum membuat suatu tabel, terlebih dahulu harus
megaktifkan database yang akan digunakan untuk menyimpan
tabel-tabel tersebut dengan perintah
:
USE namadatabase;
Karena database yang sudah dibuat telah dihapus maka buat
jembali database perpustakaan. Kemudian aktifkan database tersebut dengan perintah
:
prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204)>>use perpustakaan;
a. Membuat Tabel
Dalam basis data tabel atau field berfungsi untuk menyimpan
record atau data. Untuk membuat tabel Syntaxnya adalah
:
CREATE TABLE namatabel
(
Field TipeData1 ([lebar]),
Field TipeData2 ([lebar]),
…
Field TipeData3 ([lebar])
);
Keterangan :
Nama tabel tidak boleh mengandung spasi (space) tetapi jika
menginginkan ada spasi harus menggunakan tanda penghubung
(nama_tabel). Field merupakan atribut pertama data TipeData1
merupakan tipe data untuk atribut pertama. Jika igin membuat
tabel dengan atribut lebih darisatu, maka setelah
pendefisinian tipe data sebelumnya diberikan tanda koma
(,).
Berikut ini perintah untuk membuat tabel dengan
nama pengarang :
mysql> create table pengarang (
kode_pengarang varchar(5),
nama_pengarang varchar(5));
prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >> create table pengarang (
kode_pengarang varchar(5),
nama_pengarang varchar(35));
Syntax tambahan :
Maka tabel pengarang telah terbentuk, untuk melihat hasilnya
dapat digunakan perintah :
prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >> SHOW TABLES;
Untuk melihat struktur yang telah dibuat (dalam tabel hal
ini buku) syntaxnya adalah :
DESC namatabel;
Contoh :
prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >> desc pengarang;
a. Mendefinisikan null / not null
Ketika membuat tabel, beberapa field harus diatur agar
field terentu harus diisi. Biasanya field ini adalah sebagai
field utama atau kunci, juga sebagai identifikasi sehingga
tidak boleh kosong.
Syntax :
CREATE TABLE namatabel;
(
Field1 TipeData1 ([lebar]) NOT
NULL,
Field2 TipeData2 ([lebar]) NOT
NULL,
…
Field3 TipeData3 ([lebar])
);
Contoh :
prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >> create table pengarang (
kode_pengarang varchar(5) not
null,
nama_pengarang varchar(35) not null);
a. Mendefinisikan Nilai Bawaan (Default)
Nilai default adalah nilai yang otomatis diberikan oleh
system untuk suatu atribut ketika ada penambahan baris baru,
sementara nilai pada atribut tidak diisi oleh pengguna.
Syntax :
CREATE TABLE namatabel;
(
Field1 TipeData1 ([lebar]),
Field2 TipeData2 DEFAULT nilai
);
Dimana nilai adalah nilai default dariatribut
tersebut.
Contoh :
prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >> create table buku (
Kode_buku varchar(5) not null,
Judul_buku varchar(15) not null,
harga integer default 0,
tahun_terbit varchar(5),
kode_pengarang varchar(5),
kode_penerbit varchar(5));
a. Menentukan kunci primer ( Primary Key ) Pada Tabel
Key adalah satu gabungan dari beberapa atribut yang dapat
membedakan semua basis data (row) dalam tabel secara unik.
Kry di dalam database berfungsi sebagai suatu cara unuk
mengidentifikasi dan menghubungkan satu tabel data dengan
tabel yang lain.
Primary Key adalah suatu atribut atau satu set minimal
atribut yang tidak hanya mendefinisikan secara unik suatu
kejadian spesifik tetapi juga dapat mewakili setiap kejadian
dari suatu kejadian.
Terdapat tiga cara untuk membuat primary key. Berikut ini
adalah Syntax membuat primary key untuk Field1
Cara 1 :
CREATE TABLE namatabel
(
Field TipeData1 ([lebar]) NOT FULL PRIMARY
KEY,
Field TipeData2 ([lebar])
);
Cara 2 :
CREATE TABLE namatabel
(
Field TipeData1 ([lebar]),
Field TipeData2 ([lebar]),
PRIMARY KEY(Field1)
);
Cara 3:
ALTER TABLE namatabel ADD CONSTRANT namaconstraint PRIMARY
KEY (namakolom) ;
Berikut ini perintah untuk membuat tabel pengarang dengan
atribut kode_pengarang tipe datanya varchar(5),
nama_pengarang tipe datanya varchar(15) engan mendfinisikan
nilai not null dan primary key untuk antribut kode_pengarang
:
Contoh 1 :
Mysql> create table pengarang (
Kode_pengarang varchar (5) not null primary
key,
Nama_pengarang varchar(15) not
null);
Contoh 2 :
Mysql> create table pengarang (
Kode_pengarang varchar (5) not null primary
key,
Nama_pengarang varchar(15) not
null
);
penambahan primary key :
prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >> alter table pengarang add constraint pk primary key
(kode_pengarang);
a. Menghapus Primary Key Pada Tabel
Perintah :
Cara 1 : Jika primary key dibuat melalui create table
:
ALTER TABLE namatabel DROP PRIMARY KEY
;
Berikut ini perintah yang digunakan untuk menghapus primary key
pada tabel buku :
prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >> alter table pengarang drop primary
key;
a. Menentukan Foreign Key Pada Tabel
Foreign Key adalah satu set atribut atau set atribut sebagai
key peghubung kedua tabel dan melengkapi satu relationship
(hubungan) terhadap primary key yang menunjukkan keindukanya.
Jika sebuah primary key terhubung ke table/entity lain, maka
keberadaan primary key pada entity tersebut di sebut sebagai
foreign key.
Untuk membuat foreign key, maka harus dipastikan bahwa tabel
dan atribut yang dirujuk (tabel induk dari foreign key) sudah
definisikan terlebih dahul. Perintah yang digunakan sebagai
berikut :
ALTER TABEL namatabel ADD CONSTRAINT namaconstraint FOREIGN KEY
(namafield) REFERENCES namatabelinduk (namafieldinduk) ON UPDATE
CASCADE ON DELETE NO ACTION;
prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >> alter table buku add constraint fk foreign key (kode_pengarang)
references pengarang(kode_pengarang) on update cascade on delete
no action;
Berikut ini perintah untuk membuat tabel buku beserta
kolom-kolomnya :
Mysql> CREATE TABLE `buku` (
`kode_buku` INT(15) NOT NULL
AUTO_INCREMENT,
`judul_buku` VARCHAR(15),
`harga` INT(9) DEFAULT '0',
`tahun_terbit` INT(4),
`kode_pengarang` INT(5),
`kode_penerbit` INT(5),
PRIMARY KEY (`kode_buku`)
);
a. Menghapus Foreign Key
Foreign key yang sudah dibuat di hapus dengan perintah :
ALTER TABLE namatabel DROP FOREIGN KEY namaconstraint;
Berikut ini perintah untuk menghapus foreign key pada tabel buku :
prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >> alter table buku drop foreign key fk;
Mengubah Struktur Tabel
Tabel yag sudah dibuat dilakukan perubahan strukturnya seperti penambahan atribut (field), penghapusan atribut (field) bahkan mengganti lebar field dari tabel tersebut. Perintah yang digunakan adalah ALTER TABLE.
ü Menambah Atribut Baru Pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel ADD fieldbaru tipe;
Dimana :
Namatabel adalah nama tabel yang akan ditambah fieldnya.
Field baru adalah nama atribut yang akan ditambahkan, tipe adalah tipe data dari atribut yang akan ditambahka. Berikut ini perintah untuk menambah atribut keterangan dengan tipe data varchar(25) ke dalam tabel buku :
prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >> alter table buku add keterangan varchar(25);
a. Menghapus Tabel
Table sudah dibuat dapat di hapus dengan menggunakan perintah DROP TABLE. Syntax sebagai berikut :
DROP TABLE namatabel;
Table yang akan dihapus sesuai dengan namatabel, beriku ini untuk
menghapus table dengan nama pengarang
:prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >> drop table
buku;
POKOK
BAHASAN 4
DATA MANIPULATION
LANGUAGE (DML)
PENDAHULUAN
Pada pokok bahasan ini akan dibahas mengenai data
manipulation language (DML), dimana data pada basis data dapat di kelolah dan
dimanipulasi dengan menggunakan perintah insert,
select, update dan delete. Setelah mempelajari materi ini diharapkan mahasiswa mampu
:
1.
Mahasiswa
mampu memasukkan data ke tabel di MySQL.
2.
Mahasiswa
mampu memanipulasi data dalam basis data di MySQL.
3.
Mahasiswa
mampu melakukan query dalam basis data di MySQL.
PENYAJIAN (TUTORIAL)
A.
Data
Manipulation Language (DML)
Data Manipulation Language (DDL) merupakan
perintah-perintah yang berfungsi untuk melakukan manipulasi data ataupun
objek-objek yang ada didalam tabel. Antara lain: perintah untuk memilih data
(query), menyisipkan, mengubah dan menghapus data dalam basis data.
Bentuk manipulasi yang dapat dilakukan oleh DML
diantaranya adalah :
- Melakukan pencarian kembali data lama,
- Penyisipan data baru ke dalam tabel
- Penghapusan data
- Pengubahan data
- Menampilkan data dengan kreiteria tertentu
- Menampilkan data secara terurut.
DML menurut jenisnya dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
- Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk
menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya,
Contoh paket bahasa prosedural adalah dBase III, FoxBase.
- Non Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk
menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa tahu bagaimana cara
mendapatkannya. Contoh paket bahasa non prosedural adalah SQL (Structured
Query Language) atau Query By Example (QBE).
B. Perintah
DML sebagai berikut :
a.
INSERT
Perintah INSERT digunakan untuk menambahkan baris pada
suatu tabel.
Terdapat dua cara untuk menambah baris, yaitu :
Cara 1 :
Menambah baris dengan mengisi data langsung pada setiap
kolom tanpa menyertakan struktur tabel :
INSERT INTO namatabel VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);
Cara 2 :
Menambah baris dengan menyertakan struktur tabel dalam
mengisi data pada setiap kolom :
INSERT INTO namatabel (kolom1,kolom2,kolom-n) VALUES
(nilai1,nilai2,nilai-n);
Berikut ini perintah untuk menambahkan baris pada tabel buku :
Cara 1 :
Keterangan :
Jika data bertipe string, date atau time (contoh : B001, Sistem
Basis Data, 2007-11-10) maka pemberian nilainya diapit dengan tanda petik
tunggal (‘B001’) atau petik ganda (“B001”). Jika data bertipe numerik (2500,
400) maka pemberian nilainya tidak diapit tanda petik tunggal maupun ganda.
a.
UPDATE
Perintah UPDATE
digunakan untuk mengubah isi data pada satu atau beberapa kolom pada suatu
tabel.
Syntax :
UPDATE namatabel SET
kolom1 = nilai1, kolom2 = nilai2 [WHERE kondisi];
Perintah dalam tanda
[] bersifat opsional untuk mengubah suatu baris dengan suatu kondisi tertentu.
Berikut ini perintah untuk mengubah baris pada tabel pengarang dengan data
sebagai berikut :
Contoh 1 : mengubah semua nilai pada kolom judul_buku
menjadi ‘Basis Data’ :
MariaDB
[perpustakaan2]> update buku set
judul_buku=nama_buku’;
a.
SELECT
Perintah SELECT digunakan untuk menampilkan isi dari suatu
tabel yang dapat dihubungkan dengan tabel yang lainnya.
1)
Menampilkan
data untuk semua kolom menggunakan asterisk (*)
Syntax : SELECT * FROM namatabel;
Berikut ini perintah untuk menampilkan semua data pada
tabel buku:
MariaDB
[perpustakaan]> select * from buku;
a.
DELETE
Perintah DELETE digunakan untuk menghapus satu baris,
baris dengan kondisi tertentu atau seluruh baris. Syntax :
DELETE FROM namatabel [WHERE kondisi];
Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk menghapus
suatu baris dengan suatu kondisi tertentu. Berikut ini perintah untuk menghapus
baris pada tabel buku dengan data sebagai berikut :
MariaDB [perpustakaan]> select * from buku;
Contoh 1 : jika ingin menghapus seluruh baris pada tabel
pengarang :
MariaDB [perpustakaan]>
delete from buku;
POKOK BAHASAN 5
QUERY DAN VIEW
PENDAHULUAN
Pada pokok bahasan ini akan dibahas mengenai query dan view dalam
basis data. Setelah mempelajari bab
ini diharapkan mahasiswa mampu :
1.
Mengelolah data dengan kriteria tertentu.
2.
Mengelolah data dari beberapa tabel.
3. Memahami dan membuat View
4. Dapat Memanggil data melalui View
5. Merubah definisi View
6. Insert, Update, dan Delete data melalui View
7.
Menghapus (drop) view
PENYAJIAN (TUTORIAL)
A.
Query
Query merupakan suatu
proses pengolahan data yang digunakan untuk memberikan hasil dari basis data
berdasarkan kriteria tertentu. Query tidak hanya membaca atau mengambil data,
query biasanya melibatkan beberapa tabel yang direlasikan dengan menggunakan
field kunci. Namun query juga dapat digunakan pada satu tabel saja, tetapi
hasilnya kurang informatif dan terbatas.
- Aturan dalam
melakukan query antar tabel :
a.
Setiap field disebutkan bersama dengan nama
tabelnya, dipisahkan tanda titik (.).
Syntax : Namatabel.namafield.
Contoh : buku.kode_buku
artinya field kode_buku dari tabel buku.
b.
Setiap tabel yang terlibat dalam proses query harus
disebutkan dalam klausa FROM, dengan pemisah koma (,).Dimana urutan tabel tidak
mempengaruhi proses query.
Contoh : FROM buku, anggota.
c.
Kondisi dalam klausa WHERE mempengaruhi jenis join
yang tercipta.
A.
View
View adalah perintah query yang
disimpan pada database dengan suatu nama tertentu, sehingga bisa digunakan
setiap saat untuk melihat data tanpa menuliskan ulang query tersebut.
Syntax dasar
perintah untuk membuat view adalah sebagai berikut :
CREATE
[OR REPLACE]
VIEW view_name [(column_list)]
AS select_statement
Kita menggunakan opsi OR REPLACE jika kita ingin mengganti view dengan nama
yang sama dengan perintah tersebut. Jika tidak maka perintah CREATE VIEW akan
menghasilkan error jika nama view yang ingin dibuat sudah ada sebelumnya.
Kita akan membuat view dari
relasi antara tabel "buku" dan "penerbit"
untuk menampilkan data buku dan penerbitnya dari database perpustakaan dengan nama "view_buku". Perintahnya adalah sebagai
berikut :
CREATE VIEW view_buku AS
SELECT a.Kode_buku, a.Judul_buku, a.tahun_terbit, b.Nama_pengarang FROM buku a JOIN
pengarang b ON a.kode_pengarang= b.kode_pengarang;
Eksekusi perintah berikut untuk
memastikan view telah dibuat :
SELECT * FROM information_schema.views WHERE table_name = 'view_buku';
Lihat hasil query view view_buku :
MariaDB [perpustakaan]> select *from view_buku;
POKOK
BAHASAN 6
DATA
CONTROL LANGUAGE (DCL) / HAK AKSES USER
PENDAHULUAN
Pada pokok bahasa ini akan dibahas mengenai manajemen hak akses user terhadap basis data.
Setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa mampu :
a. Mengetahui dan memahami hak akses di basis data.
b. Mengetahui dan memahami pengaturan hak akses
user.
c. Memahami dan menerapkan batasan-batasan hak akses user.
PENYAJIAN (TUTORIAL)
A.
Pemahaman Hak Akses
Basis data yang telah dibuat perlu diatur agar data
selalu dalam keadaan aman dari pemakai yang tidak berhak. Pengaturan hak akses
berguna dalam hal pembatasan pengaksesan suatu data, misalkan hanya pemakai
tertentu yang bisa membaca atau pemakai lain yang justru dapat melakukan
perubahan dan penghapusan data.
Macam-macam perintah yang terkait dengan hak akses adalah
SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE, REFERENCES, INDEX, CREATE, ALTER dan DROP.
B.
Mengatur Hak Akses
Untul MySQL versi 3.22. keatas dalam manajemen user dapat
menggunakan perintah GRANT dan REVOKE untuk mengatur hak akses pemakai (user).
1.
Perintah
GRANT
Dipergunakan untuk membuat user baru dengan izin aksesnya.
Bentuk umum :
GRANT jenis_akses
(`nama_kolom)
ON nama_database TO nama_user IDENTIFIED BY
”nama_password” [WITH
GRANT pilihan_akses]
Atau
GRANT hak_akses ON
namatabel TO pemakai;
Dimana :
·
Hak_akses
merupakan hak yang diberikan kepada pemakai berupa SELECT, INSERT saja atau
keduanya. Bila hak akses lebih dari satu antar hak akses dipisahkan dengann
koma (,).
·
Nama
tabel, menyatakan nama tabel yang akan diakses dan diatur.
·
Pemakai,
nama pemakai yang telah didaftarkan pada sistem database. Sejumlah pemakai bisa
disebutkan dengan dipisahkan tanda koma (,).
Contoh :
Misalkan kita sebagai Administrator basis data yang
mempunyai wewenang untuk mengatur hak akses para pemakai. Kita akan mengatur
hak akses pengguna siska dan edi (sebagai user).
MariaDB [perpustakaan]>GRANT SELECT ON buku TO Dimas;





















Komentar
Posting Komentar