Rangkuman Praktikum Basis Data

angkuman Basis Data

1 - 6


Assalamualaikum wr.wb perkenalkan nama saya

Dimas Bayu Anjasmara

Mahasiswa Umsida Jurusan Teknik Informatika


Dari praktikum Algoritma dan Struktur Data ini saya mendapat ilmu yang banyak dan hampir semuanya bermanfaat, dari yang awalnya tidak bisa menjadi bisa.


Sekarang saya akan memberikan rangkuman tentang apa yang sudah saya dapatkan pada Praktikum Basis Data yang bersumber dari modul asli UMSIDA. 

Jika ingin mengenal lebih dalam tentang universitas saya, silahkan akses link berikut : 

MATERI MODUL

POKOK BAHASAN 1

            BASIS DATA, MODEL DATA, DIAGRAM E-R


PENDAHULUAN

Pada pokok bahasan ini berisi penjelasan disertai contoh mengenai konsep basis data, pemodelan data dan pembuatan diagram E-R yang menjadi pemahaman dasar bagi mahasiswa sebelum mempelajari system basis data dan Structure Quary Language (SQL), dimana konsep ini nantinya digunakan untuk mempresentasikan sebuah system basis data, diharapkan mahasiswa dapat :

1.      Memahami system basis data dan komponennya.

2.      Membuat desain basis data menggunakan ER_Diagram.

3.      Memahami dan menginlementasikan fitur-fitur yang ada pada ER_Diagram.


PENYAJIAN (TUTORIAL)

1.      Konsep Sistem Basis Data

Basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat atau dimanipulasi serta dapat diakses dengan mudah dan tepat menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan sebuah informasi.

System basis data merupakan ruang lingkup yang lebih luas dari basis data. System basis data memuat sekumpulan basis data dalam suatu system yang mungkin tidak ada hubungan antara satu engan yang alain secara keseluruhan mempunyai hubungan sebagai sebuah system yang didukung oleh komponen lainnya.

Komponen Sistem Basis Data: Perangkat Keras (Hardware), Sistem Operasi (Operating System), Basis Data (Database), DBMS (Database Management System), Pemakai (User).

DBMS (Database Management System) merupakan basis data dan set perangkat lunak (software) untuk pengelolaan basis data.

2.      Konsep Model Data

Model data merupakan suatu cara untuk menjelaskan tentang data-data yang tersimpan dalam basis data dan bagaimana hubungan antar datav tersebut untuk para pengguna (user) secara logika. Secara garis besar model data dapat dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu :

1.      Model Dta Berbais Obje (Object based data model).

Meruapakan hipunan data dan relasi yang menjelaskan hubungan logic antar data dalam suatu basis data berdasarkan pada obyek datanya. Salah satunya adalah Entity elationship Model.

Model Entity Relationship Diagram (ERD) atau Conceptual data model (CDM) Merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data erdasarkan suatau presepsi bahwa dunia nyata terdiri dari obyek-obyek dasar (entitas) yag mempunyai hubungan atau relasi antar obyek-obyek dasar (entitas) tersebut yang dilukiskan dengan menggunakan symbol-simbol grafik tertentu.

2.      Model Data Berbasis Record (Record Based Data Model)

Model ini berdasarkan pada record/rekaman untuk menjelaskan kepada para pemakai tentang logika antar data dalam basis data. Salah satunya adalah Relation model.

Model Rasional merupakan model data yang menjelaskan pada pengguna tentang hubungan logic antar data dalam basis data dengan mempresentasikannya ke dalam bentuk tabel-tabel yag terdiri atas sejumlah basis yang menunjukkkan record dan kolom yang menunjukkan atribut tertentu.

3.      Physical Based Dta Model

Model ini berdasarkan pada teknis penyimpanan record dalam bais data. Mode ini jarang digunakan untuk memodelkan data kepada pemakai karena kerumitan dan kompleksitasnya yang tinggi.

3.      Bahasa Basis Data

Bahasa yag digunakan untuk mendefinisikan, mengelolah dan memanipulasi basis data dikelompokkan 3 macam yaitu :

1.      DDL (Data Definition Language)  digunakan untuk mendefiisikan struktur dan kerangka dari basis data yang meliputi :

a.       Membentuk basis data, tabel, indeks.

b.      Mengubah struktur table.

c.       Mengahapus basis data, tabel atau indeks.

2.      DML (Dta Manipulation Language)  digunakan untuk menjabarkan pemrosesan data data yang meliputi :

a.       Menambahkan atau meyisipkan data baru ke basis data

b.      Mengelolah data yang tersimpan dalam bais data (query)

c.       Mengubah dan meghapus data dalam basis data.

3.      DCL (Data Control Language)  digunakan untuk prngaturan hak akses prngguna pada basis data yang meliputi :

a.       Menugaskan model data yang dikembangkan berdasarkan obyek atau entitas. ER_D berguna membantu perancangan atau analis system pada saat melakukan analisis dan perancangan basis data karena model ini dapat menunjukkan macam data yang dibutuhkan dan direalisasikan antar data di dalamnya.

1.      Komponen ER_Diagram

Sebuah diagram ER tersusun ats tiga komponen, yaiti entitas yang merupakan obyek dasar yang terlibat dalam system, atribut yang berperan sebagai penjelas entitas, kerelasian antar entitas menunjukkan yang terjadi diantara dua entitas.

a.       Entitas (Entity)

Entitas menunjukkan obyek-obyek dasar yang terkait di dalam system. Obyek dasar dapat berupa orang, benda atau halyang keterangannya perlu disimpan di dalam basis data. Macam-macam Entitas :

·         Entitas Reguler

Entitas ini disebut dengan juga entitas dominan (strong entity). Keberadaan entitas ini tidak tergantung pada entitas yang lain.

Contoh : Matakuliah_konsentrasi, bergantung pada entitas Matakuliah.

·         Entitas dependen

Entitas ini disebut juga entitas tidak bebas/independen atau entitas lemah (weal entitas) atau entitas subordinat. Entitas ini dapat muncul jika ada entitas lain sebagai acuannya (entitas regular).

·         Entitas suoer type atau sub type

Entitas super type merupakan entitas yanga lebih rendah yiatu entitas yag menjadi entitas bagian darai entita lain.

Contoh : Entitas karyawan_tetap dan karyawan_tidak_tetap

b.      Atribut (Attribute)

Merupakan keterangan-keterangan yang terkait pada sebuah entitas yang perlu disimpan ke dalam dataase. Attribute berfungsi sebagai penelas pada sebuah entitas. Contoh : mahaiswa mempunyai atribut nim, nama, jurusan, kelamin, tempat_lahir, tanggal_lagir, dsb.

Atribut pada sebuah entitas dibagi menjadi 2 yaitu :

·         Atribut sederhana (simple attribute), yaitu jika atribut berisi sebuah komponen/nilai/elementer.

Contoh : pada entitas mahsiswa adalah tahun mausk = 2013

·         Atribut komposit (composite attribute), yaitu jika atribut berisi lebih dari sebuah komponen nilai.

Contoh : pada entitas mahasiswa adalah tanggal lahir yang terdiri atas komponen nilai tanggal, bulan, tahun.

c.       Kerelsian antar entiatas (Entity Relationship)

Mendefinisikan hubungan antara 2buah entitas. Jenis kerelasian antar entitas dibagi menjadi 3 sebagai berikut :

1.       Kerelasian jenis suatu ke satu (one to one), kerelasian terjais jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas yangberhubunhan hanya memungkinkan terjaid sebuah kejadian atau transaksi pada kedua entitas.

Gambar 1.1 Relasi satu ke satu

Dimana setiap tupel (baris) pada entitas A berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas B, dan begitu juga sebaliknya setiap tupel pada entitas B berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas A.

2.      Kerelasian banyak ke satu (many to one) atau satu ke banyak (one to many), kerelasian ini terjadi jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas yang berhubungan hanya memungkinkan terjadi satu kali dalm entitas pertama dan dapat terjadi lebih dari satu kali kejadian atau transaksi pada entitas kedua.

·         Satu ke banyak (one to many)

Dimana satu tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap tupel pada enttal B berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas A.


Gambar 1.2 Relasi satu ke banyak

·         Banyak ke satu (many to one)

Dimana setiap tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap tupel entitas A berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas B.

Gambar 1.3 Relasi banyak ke Satu

3.      Kerelasian jenis banyak ke banyak (many to many)

Kerelasian jenis ini terjadi jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas ynag berhubungan memungkinkan terjadi lebih dari satu kali dalam entitas pertama dan kedua.

Gamabr 1.4 Relasi banyak ke banyak

Dimana setiap tupel pada entita A dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas B, dan demikian juga sebaliknya, dimana setiap tupel pada entitas B dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas A.

2.      Langkah-langkah Membuat diagram ER_Diagram

Untuk membuat ER_Diagram secara lengkap apat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :

·            Identifikasikan setiap entitas yag terlibat.

·            Lengkapi masing-masig entitas dengan atribut yag sesuai.

·            Tentukan primary key dari masing-masing entitas.

·           Identifikasikan setiap kerelasian berikut jenisnya ynag terjadi di antara entitas dengan membuat tabel daftar kerelasian antar entitas.

·           Gambarkan simbil-simbol entitas, atribut, dan kerelasian antar entitas secara jelas dan tidak bertabrakan/

·           Cek ER_Diagram yang terbentuk, dalam hal : kelengkapan entitas, kelengkapan atribut, kelngkapan kerelasian antar entitas dan jenis kerelasian antar entitas.


LEMBAR KERJA DAN TUGAS

A.    LEMBAR KERJA

Bacalah dengan seksama studi kasus perancangan basis data di bawah ini :

Perpustakan di Univresitas Muhammadiyah Sidoarjo memutuskan untk menyimpan semua informasi mengenai koleksi bukunya dalam sebuah basis data (database). Basis data yang akan di rancang mempunyai dekskripsi sebagai berikut :

1.      Setiap mahasiswa yang ingin meminjam buku harus mempunyai kartu anggota yang terdiri dari kode anggota, nama, alamat, email dan telpon.

2.      Tiap buku yang dupinjamkan mempunyai kode buku, judul buku, tahun terbit, pengarang dan penerbit.

3.      Tiap pengarang yang hukunya di beli diperpustakaan mempunyai kode pegarang dan nama pengarang.

4.      Tiap penerbit yang bukunya telah di beli oleh perpustakaan mempunyai kode penerbit, nama penerbit, nama perusahaan, alamat, kabupaten dan telpon.

5.      Tiap buku bisa dipinjam oleh beberapa anggota dan seorang anggota bisa meminjam beberapa buku.

6.      Tiap pengarang mungkin mengarang beberapa buku dan setiap huku dapat di pinjam oleh beberapa orang anggota.

7.      Tiap peerbit bisa menerbitkan beberapa buku seorang pengarang bisa menghasilkan beberapa buku.

Langkah-langkah merancang basis data perpustakaan :

1.      Identifikasi setiap entitas yang terlibat dengan membuat tabel daftar entitas.Tabel 1.1 Daftar Entitas

No

Nama Entitas

1.

Anggota

2.

Buku

3.

Pengarang

4.

Penerbit


2.      Lengkapi masing-masing entitas dengan atribut yang sesuai.

Tabel 1.2 Atribut masing-masing entitas.

Entitas

Atribut yang diperlukan

Anggota 

Kode_anggota, nama, alamat, email, telpon

Buku

Kode_buku, judul_buku, harga, tahun_terbit, pengarang, penerbit

Pengarang

Kode_pengarang, nama_pengarang

Penerbit

Kode_penerbit, nama_penerbit, nama_perusahaan, alamat, kabupaten, telpon

3.      Tentukan primary key dari masing-masing entitas

Tabel 1.3 Primary key


Entitas

Primary Key

Anggota

Kode_anggota

Buku

Kode_buku

Pengarang

Kode_pengarang

Penerbit

Kode_penrbit

4.      Identifikasikan setiap kerelasian berikut jenisnya yang terjais diantara entitas engan membuat tabel daftar kerelasian antar entitas.

Tabel 1.4 Kerelasian antar entitas

Entitas yang berhubungan

Nama Kerelasian

Jenis Kerelasian

Representasi

Entitas 1

Entitas 2

Anggota

Buku

Meminjam

n-ke-n

File peminjaman :

Id_peminjaman, kode_amggota, kode_buku, tanggal_pinjam, tanggal_kembali.

Buku

Pengarang

Mengarang

n-ke-n

Penghubung :

Kode_pengarang dalam entitas buku

Buku

Penerbit

Menerbitkan

n-ke-n

Penghubung :

Kode_penerbit dalam entitas buku

5.      Gambarkan symbol-simbol entitas, atribut, dan kerelasian antar entitas secara jelas dan tidak bertabrakan.

Hasil ER_Diagram untuk basis data pengolahan data perpustakaan tanpa melibatkan atribut untuk setiap entetas sebagai berikut :


Gambar 1.5 E-R Diagram Perpustakaan

6.      Gambarkan model konseptual dari ER_Diagram diatas

Model konseptual digunakan untuk memperjelas relasi antara entitas satu dengan entitas lain mengunakan Primary Key dan Foreign Key.


Gambar 1.6 Model Konseptual Perpustakaan

7.      Membuat Kamus Data (Struktur Entetitas)

Kamus data digunakan untuk menjabat struktur dari tabel atau entitas basis data.

Tabe1.5 Anggota

No

Field

Type

Size

Keterangan

1

Kode_anggota

Varchar

5

Primary Key

2

Nama

Varchar

25


3

Alamat

Varchar

50


4

Email

Varchar

20


5

Telpon

Varchar

15



Tabel 1.6 Buku

No

Field

Type

Size

Keterangan

1

Kode_buku

Varchar

5

Primary Key

2

Judul_buku

Varchar

35


3

Harga

Integer

5

Default 0

4

Tahun terbit

Varchar

5


5

Kode_pengarang

Varchar

5

Foreign Key

6

Kode_penerbit

Varchar

5

Foreign Key


Tabel 1.7 Pengarang

No

Field

Type

Size

Keterangan

1

Kode_pengarang

Varchar

5

Primary  Key

2

Nama_pengarang

Varchar

35



Tabel 1.8 Penerbit

No

Field

Type

Size

Keterangan

1

Kode_penerbit

Varchar

5

Primary Key

2

Nama_penerbit

Varchar

25


3

Nama_perusahaan

Integer

50


4

Alamat

Varchar

50


5

Kabupaten

Varchar

25


6

Telepon

Varchar

15



Tabel 1.9 Peminjaman

No

Field

Type

Size

Keterangan

1

Id pinjam

Number

5

Auto increment

2

Kode_anggota

Varchar

5

Foreign Key

3

Kode_buku

Varchar

5

Foreign Key

4

Tanggal_pinjam

Date


Default

5

Tanggal_kembali

Date


Default


POKOK BAHASAN 2

              STRUCTURED QUERY LANGUAGE (SQL)

PENDAHULUAN

Pada pokok bahasan ini akan dibahas mengenai structured query language (SQL) yang pembahsannya meliputi definisi dan representasi sql, elemen-elemen pada sql serta penerapan operasi elemen sql pada MySQL. Sehingga setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa mampu :

  1. Menjelaskan definisi dan represntasi SQL
  2. Mengetahui elemen-elemen pada SQL
  3. Memahami fungsi-fungsi dan operator dalam SQL
  4. Mengetahui cara menginstall MySQL pada sistem operasi Windows

PENYAJIAN (TUTORIAL)

  1. SQL (Structured Query Language)

SQL merupakan suau Bahasa (language) standar menurut ANSI (American National Standard Institute) yang digunkan untuk mengakses basis data. SQL pertama kali diterapkan pada system R (sebuah proyek riset pada laboratorium riset San Jose, IBM). Kini SQL juga dijumpai pada berbagai platform, dari mikrokomputer hingga mainframe SQL dapat digunakan baik secara berdiri maupun dilekatkan pada bahsa-bahasa lain seperti C dan Delphi. SQL juga telah menjadi bagian dari sejumlah DBMS, seperti Oracle, Sybase, MuSQL dan Informix.

  1. Elemen SQL

Elemen dasar SQL mencakup pernyataan, nama, tipe data, ekspresi, operator relasi, operator logika dan fungsi bawaan.

a.       Pernyataan

Merupakan perintah SQL yang meminta sesuatu tindakan kepada DBMS (Database Management System). SQL memiliki kirakira 30 pernyataan. Beberapa pernyatan dasar SQL dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.1 Pernyataan SQL

Pernyataan

Keterangan

CREATE

Menciptakan basis data, tabel atau indeks

ALTER

Mengubah struktur table

DROP

Menghapus basis data, taebel atau indeks

COMMIT

Mengakhiri sebuah eksekusi transaksi data

ROLLBACK

Mengembalikan ke keadaan semula sekiranya suatu intraksi gagal dilaksanakan.

INSERT

Menambahkan sebuah baris tabel

UPDATE

Mengubah nilai pada sebuah baris

SELECt

 Memilih baris dan kolom pada tabel

DELETE

Menghapus baris pada table

GRANT

Menugaskan hak terhadap basis data kepada pengguna atau grup pengguna

REVOKE

Membatalkan hak terhadap basis data

Yang semuanya dikelompokkan berdasarkan fungsinya masing-masing yaitu :

a.       Data Definition Language (DDL) : Digunakan untuk mendefinisikan data dengan menggunakan perintah : CREATE, DROP, ALTER.

b.      Data Manipulation Language (DML) : Digunakan untuk memanipulasi data dengan mengguakan perintah : INSERT, SELECT, UPDATE, DELETE.

c.       Data Control Language (DCL) : Digunakan untuk mengontrol hak para pemakai data dengan perintah : GRANT, REVOKE.


Gambar 2.1 komponen SQL

b.      Nama

Nama digunakan sebagai identitas bagi objek-objek pada DBMS (Database Management System). Contoh objek pada DBMS adalah tabel, kolom dan pengguna.

c.       Tipe Data

Setiap data memiliki tipe data. Berikut ini adalah tipe data dalam MySQL :

Tabel 2.2 Tipe Data untuk numerik

Tipe

Keterangan

Range Nilai

TINYINT

Nilai integer yang sangat kecil

Signed : -128 s.d. 127

Unsigned : 0 s.d. 255

SMALLINT

Nilai integer yang kecil

Signed : -32768 s.d. 32767

Unsigned : 0 s.d. 65535

MEDIUMINT

Integer dengan nilai medium

Signed : -8388608 s.d. 8388607

Unsigned : 0 s.d. 16777215

INT

Integer dengan nilai standar

Signed : -2147483648 s.d. 2147483647

Unsigned : 0 s.d. 4294967295

BEGINT

Integer dengan nilai besar

Signed : -9223372036854775808 s.d. 9223372036854775807

Unsigned : 0 s.d. 18446744073709551615

FLOAT

Bilangan desimal dengan single-precission

Minimum ± 1.175494351e-38

Maksimum ± 3.402823466e+38

DOUBLE

Bilangan decimal dengan double-precission

Minimum ± 2.2205738585072014e-308

Maksimum ± 1.7976931348623457e+308

DECIMAL(M,D)

Bilangan float (decimal) yang dinyatakan sebagai string. M adalah jumlah digit yang disimpan dalam suatu kolom N adalah jumlah digit dibelakan koma

Tergantung pada nilai M dan D

Keterangan :

Signed dan Unsigned adalah atribut untuk tipe data numerik

-          Signed : Data yang disimpan dalam suatu kolom dapat berupa data negative dan positif.

-          Unsigned : Digunakan agar data yang dimasukkan bukan data negative (>=0). Tipe data float tidak dapat dinyatakan dengan unsigned.

Tabel 2.3 Tipe data string atau karakter

Tipe

Keterangan

Ukuran Maksimum

CHAR(n)

String karakter dengan panjang yang tetap, yaitu n

1 M byte

VARCHAR(n)

String karakter dengan panjang yang tidak tetap, maksimum n.

1 M byte

TINYBLOB

BLOB (Binary Large Object) yang sangat kecil

2^8-1 byte

BLOB

BLOB berukuran kecil

2^16-1 byte

MEDIUMBLOB

BLOB berukuran sedang

2^24-1 byte

LONGBLOB

BLOB berukuran besar

2³²-1 bayte

TINYTEXT

String text yang sangat kecil

2^8-1 byte

TEXT

String text berukuran kecil

2^16-1 byte

MEDIUMTEXT

String text berukuran medium (sedang)

2^24-1 byte

LONGTEXT

String text berukuran besar

2³²-1 byte

ENUM

Enumerasi, kolom dapat diisi dengan atu ember enumerasi

65535 anggota

SET

Himpunan, kolom dapat diisi dengan beberapa nilai anggota himpunan.

64 anggota himpunan


Tabel 2.4 Tipe data tanggal dan jam

Tipe

Range

Format

DATE

 “1000-01-01” s.d. “9999-12-31”

“0000-00-00”

TIME

“-832:59:59” s.d. “838:59:59”

“00:00:00”

DATETIME

“1000-01-01 00:00:00” s.d. “9999-12-31 23:59:59”

“0000-00-00 00:00:00”

d.      Konstanta

Konstanta menyatakan nilai yang tetap atau tidak berubah. Konstanta sering di pakai pada perintah SELECT. Konstanta di bagi menjadi 2 :

1.      Konstanta bertipe numerik : 200, -3, 1500, 3.25

2.      Konstanta bertipe karakter : “Teknik Informatika”

Keterangan :

Konstanta bertipe karakter atau String diapit oleh tanda petik tunggal. Dan konstanta dengan nilai pecahan decimal adalah berupa tanda titik.

e.       Operator Aritmatika

Operator Aritmatika adalah ekspresi untuk memperoleh suatu nilai dari hasil perhitungan.

Contoh : harga*jumlah+2

Simbol-simbol yang dapat digunakan pada ekspresi aritmatika :

 Tabel 2.5 Simbol Ekspresi Aritmatika

Symbol

Keterangan

*

Perkalian

/

Pembagian

+

Penjumlahan

-

Pengurangan

%

Sisa pembagian

f.       Operator Relasi

Merupakan operator yang digunakan untuk membandingkan suatu nilai dengan nilai yang lain. Biasanya operator relasi digunakan bersamaan dengan operator logika dalam membantu untuk menampilkan informasi dengan kriteria tertentu.

Simbol-simbol yang dapat digunakan papa operator rrelasi :

 Tabel 2.6 Simbol Operator Relasi

Simbol

Keterangan

=

Sama dengan

> 

Lebih besar

< 

Lebih kecil

>=

Lebih besar atau sama dengan

<=

Lebih kecil atau sama dengan

<> 

Tidak sama dengan

g.      Operator Logika

Oprator logika ada 3 yaitu OR, AND, dan NOT

 Tabel 2.7 Operator Logika

Simbol

Keterangan

NOT atau !

Sebagai negasi atau pembalik nilai

OR atau ||

Atau

AND atau &&

Dan

h.      Operator pembanding

Tabel 2.8 Operator Pembanding

Simbol

Keterangan

IS NOT NULL

Apakah sebuah nilai adalah tidak kosong (not null)

IS NULL

Apakah sebuah nilai adalah kosong (null)

BETWEEN

Apakah suatu nilai di antara dua batasan nilai

IN

Apakah suatu nilai di dalam pilihan yang ada

NOT IN

Apakah suatu nilai tidak berada dalam pilihan yang ada

LIKE

Apakah suatu nilai sesuai dengan kriteria tertentu

NOT LIKE

Apakah suatu nilai tidak sesuai dengan kriteria tertentu

i.        Aggregate Functions (Fungsi Agregat)

Fungsi adalah sebuah program yang menghasilkan suatu nilai jika dipanggil. Fungsi agregat adalah fungsi standar di dalam SQL, suatu fungsi yang digunakan untuk melakukan summary, fungsi statistic standar yang dikenakan pada suatu tabel atau query.

1.      SUM(ekspresi)

2.      Fungsi ini digunkan untuk mendapatkan nilai total dari suatu kolom pada suatu tabel.

3.      AVG(ekspresi).

Fungsi ini digunakan untuk mencari rata-rata nilaialam suatu kolom dari suatu tabel atau ekspresi. Ekspresi dalam fungsi AVG umunya adalah nama kolom. Kolom yang dicari nilai rata-ratanya adalah kolom dengan tipe data numerik.

4.      COUNT(x)

Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah record (baris) dari suatu kolom dari suatu tabel. X adalah nama kolom yang ingin dicari jumlah barisnya.

5.      MAX (ekspresi)

Fungsi ini digunakan untuk menerima nilai terbesar dari suatu kolom dari suatu tabel. Kolom yang dicari nilai terbesarnya memiliki tie data numeruk.

6.      MIN (ekspresi)

Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai terkecil dari suatu kolom dari suatu tabel. Kolom yang dicari nilai terkecilnya memiliki tipe data numerik.

65 MySQL (My Structured Query Language)

MySQL adalah Relational Database Management System (DBMS) yang didistribusikan secara gratis di bawah license GPL (General Public License). Setiap orang bebas menggunakan MySQL tetapi harus bersifat open source. MySQL menggunakan bahasa SQL (Structured Query Language).

Kelebihan MySQL dalam mengelolah data adalah :

·         Kecepatan, MySQL mempunyainkecepatan paling baik dibandingkan RDBMS lainnya.

·         Mudah digunakan, perintah dalam MySQL dan aturan-aturannya relative mudah diingat dan diimplementasikan karena MySQL menggunakan SQL sebagai Bahasa standar database.

·         Open source, MySQL sudah menggunakan konsep open source, artinya siapapun dapat ikut dalam mengembangkan MySQL dan hasil pengembangannya dipublikasikan kepada pemakai.

·         Kapabilitas, MySQL mampu memproses data yang tersimpan dalam database dengan jumlah 50 juta record, 60.000 tabel dan 50.000.000.000 juta baris.

·         Biaya murah, pemakai dapat mengguakan MySQL tanpa harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal selama menikuti konsep open source.

·         Keamanan, MySQL menerapkan system keamanan dan hak akses secara bertingkat, termasuk dekungan dengan keamanan data secara pengacakan lapisan data.

·         Lintas platform, MySQL dapat dijalankan pada beberapa system operasi di antaranya yaitu Linux, Windows, FreeBSD, Novel Netware, Sun Solaris, SCO Open Unix dan IBM’s IAX.


1.      Instalasi MySQL-5.0.22-WIN32 :

1.      Jalankan file setup MySQL, yaitu mysql-5.0.22-win32.exe maka muncul dialog instalasi sebagai berikut :


Gambar 2.2 Kotak Dialog Instalasi

2.      Pilih tombol Next kemusian muncul kotak dialog seperti dibawah ini :

Gambar 2.3 Kotak dialog setup type

3.      Pilih Cutom, kemusian pilih tombol Next. Kemusian tampil dialogfitur program sebagai berikut :

Gambar 2.4 Kotak dialog Custom setup

4.      Klik tanda silang pada Developer Compenents, kemusian pilih This feature will be installed on local hard drive  sebagai berikut :


Gambar 2.5 Kotak dialog select program installed

5.      Kemudian pilih tombol Change…., pada folder name ubah menjadi c:/mysql sesuai dengan gambar berikut :


Gambar 2.6 Kotak dialog change current destination Folder

6.      Pilih OK, kemusian pilih tombol Next, dan pilih tombol Install, maka proses instalasi dimulai.


Gambar 2.7. kotak dialog Ready to install the Program

7.      Berikutnya muncul dialig account, pilih Skip Sign-Up dan klok tombol Next maka akan muncul kotak dialog sebagai berikut :


Gambar 2.8 Kotak dialog Account

8.      Klik tombol Finish dan tombol  Next maka akan muncul kotak dialog sebagai berikut :


Gambar 2.9 Kotak dialog select a configuration type

9.      Pilih Standard Configuration dan klik tombol Next


Gambar 2.10 Standar Configuration

10.  Pilih tombol Next, kemudian muncul gambar berikut ini. Masukkan password yang diinginkan pada kota isian New root password dan Confirm berikut ini untk sekuritas, misalnya umsida. Klik tombol Next.


Gambar 2.11 Kotak dialog security options

11.  Klik tombol Excute sebagai tahap akhir.


Gambar 2.12 Kotak dialog Excute

12.  Klik Finish.


Gambar 2.13 Kotak dialog processing Configuration


a.      Melakukan Koneksi ke MySQL :

Cara 1 :

1.      1.      Melalui DOS Prompt, masuk ke direktori utama MySQL dengan cara sebagai berikut (yang diketik hanya yang digaris bawah) :

C:\> cd  c:\appserv\mysql\bin

2.      Setelah itu ketikkan perintah berikut (yang diketik hanya yang digaris bawah) :

C:\appserv\mysql\bin> mysql –u root –p

maka akan diminta untuk memasukkan password, isikan password yang digunakan pada saat instalasi, yaitu umsida.


b.      Merubah Prompt MySQL :

Rubahlah nama prompt mysql dengan nama dan nim masing-masing mahasiswa.

Sintax :

MariaDB[(none)]> prompt prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >>


POKOK BAHASAN 3

                 DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL)

PENDAHULUAN

Pada pokok bahasan ini akan dibahas mengenai data definition language pada SQL, dimana DDL digunakan untuk memanipulasi data dalam basis data. Setelah mempelajari materi ini diharapkan mahasiswa mampu untuk :

1.      Mahasiswa mampu memahami dan membuat basis data.

2.      Mahasiswa mampu memahami dan membuat tabel dari basis data.

3.      Mahasiswa mampu mengelolah dan memanipulasi basis data dan tabel-tabelnya.

PENYAJIAN (TUTORIAL)

A.    Data Definition Language (DDL)

DDl merupakan bagian dari sql yang digunakan untuk mendefinisikan struktur dari kerangka data dan obyek basis data. Basis juga dikatakan merupakan kelompuk perintah yang berfungsi untuk mendefinisikan atribut-atribut basis data, tabel, batasan-batasan terhadap suatu atribut, serta hubungan antar tabel.

             Tabel 3.1 Perintah-perintah dalam DDL

Perintah

Keterangan

Create Database

Membuat basis data

Drop Database

Menghapus basis data

Create Table

Membuat table

Alter Table

Mengubah atau menyisipkan kolom ke dalam tabel

Drop Table

Menghapus tabel dari basis data

Create Index

Mebuat Index

Drop Index

Menghapus Index

B.     Perintah–perintah DDL

Berikut ini perintah-perintah sql untuk Data Definition Language :

a.      Membuat Database

Syntax :

CREATE DATABASE namadatabase;

Dimana :

Nama database yang dibuat tidak boleh mengandung apasi dan tidak boleh memiliki nama yang sama dengan database lain di MySQL. Berikut ini perintah untuk membuat basis data dengan nama perpustakaan :


prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >>  create database perpustakaan;


a.      Menampilkan daftar Database

Untuk menampilkan daftar basis data yang ada di MySQL dapat menggunakan perintah :

SHOW DATABASE;

Berikut ini perintah untuk menampilkan daftar basis data :

prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204)>>  show databases;


a.      Menghapus Database

Untuk melakukan pengahpusan terhadap basis data yang sudah dibuat.

Syntax :

                        DROP DATABASE namadatabase;

Dimana :

Database yang akan dihapus harus sesuai dengan nama database. Berikut ini perintah untuk menghapus database dengan nama perpustakaan :

prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204)>>  drop database perpustakaan;


a.      Mengaktifkan Database

Sebelum membuat suatu tabel, terlebih dahulu harus megaktifkan database yang akan digunakan untuk menyimpan tabel-tabel tersebut dengan perintah :

USE namadatabase;

Karena database yang sudah dibuat telah dihapus maka buat jembali database perpustakaan. Kemudian aktifkan database tersebut dengan perintah :


prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204)>>use perpustakaan;


a.      Membuat Tabel

Dalam basis data tabel atau field berfungsi untuk menyimpan record atau data. Untuk membuat tabel Syntaxnya adalah :

CREATE TABLE namatabel

(

Field TipeData1 ([lebar]),

Field TipeData2 ([lebar]),

Field TipeData3 ([lebar])

);

Keterangan :

Nama tabel tidak boleh mengandung spasi (space) tetapi jika menginginkan ada spasi harus menggunakan tanda penghubung (nama_tabel). Field merupakan atribut pertama data TipeData1 merupakan tipe data untuk atribut pertama. Jika igin membuat tabel dengan atribut lebih darisatu, maka setelah pendefisinian tipe data sebelumnya diberikan tanda koma (,).

Berikut ini perintah untuk membuat tabel dengan nama pengarang :

mysql> create table pengarang (

                        kode_pengarang varchar(5),

                                                      nama_pengarang varchar(5));

prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >>  create table pengarang (

       kode_pengarang varchar(5),

       nama_pengarang varchar(35));


Syntax tambahan :

Maka  tabel pengarang telah terbentuk, untuk melihat hasilnya dapat digunakan perintah :


prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >>   SHOW TABLES;


Untuk melihat struktur yang telah dibuat (dalam tabel hal ini buku) syntaxnya adalah :

DESC namatabel;

Contoh :

prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >>   desc pengarang;


a.      Mendefinisikan null / not null

Ketika membuat tabel, beberapa field harus diatur agar field terentu harus diisi. Biasanya field ini adalah sebagai field utama atau kunci, juga sebagai identifikasi sehingga tidak boleh kosong.

Syntax :

CREATE TABLE namatabel;

(

Field1 TipeData1 ([lebar]) NOT NULL,

Field2 TipeData2 ([lebar]) NOT NULL,

Field3 TipeData3 ([lebar])

);

Contoh :

prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >>  create table pengarang (

   kode_pengarang varchar(5) not null,

   nama_pengarang varchar(35) not null);



a.    Mendefinisikan Nilai Bawaan (Default)

Nilai default adalah nilai yang otomatis diberikan oleh system untuk suatu atribut ketika ada penambahan baris baru, sementara nilai pada atribut tidak diisi oleh pengguna. Syntax :

CREATE TABLE namatabel;

(

Field1 TipeData1 ([lebar]),

Field2 TipeData2 DEFAULT nilai

);

Dimana nilai adalah nilai default dariatribut tersebut.

Contoh :

prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >>  create table buku (

          Kode_buku varchar(5) not null,

          Judul_buku varchar(15) not null,

          harga integer default 0,

          tahun_terbit varchar(5),

          kode_pengarang varchar(5),

          kode_penerbit varchar(5));


a.        Menentukan kunci primer ( Primary Key ) Pada Tabel

Key adalah satu gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua basis data (row) dalam tabel secara unik. Kry di dalam database berfungsi sebagai suatu cara unuk mengidentifikasi dan menghubungkan satu tabel data dengan tabel yang lain.

Primary Key adalah suatu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mendefinisikan secara unik suatu kejadian spesifik tetapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu kejadian.

Terdapat tiga cara untuk membuat primary key. Berikut ini adalah Syntax membuat primary key untuk Field1

Cara 1 :

CREATE TABLE namatabel

(

Field TipeData1 ([lebar]) NOT FULL PRIMARY KEY,

Field TipeData2 ([lebar])

);

Cara 2 :

CREATE TABLE namatabel

(

Field TipeData1 ([lebar]),

Field TipeData2 ([lebar]),

PRIMARY KEY(Field1)

);

Cara 3:

ALTER TABLE namatabel ADD CONSTRANT namaconstraint PRIMARY KEY (namakolom) ;

Berikut ini perintah untuk membuat tabel pengarang dengan atribut kode_pengarang tipe datanya varchar(5), nama_pengarang tipe datanya varchar(15) engan mendfinisikan nilai not null dan primary key untuk antribut kode_pengarang :

Contoh 1 :

Mysql> create table pengarang (

             Kode_pengarang varchar (5) not null primary key,

             Nama_pengarang varchar(15) not null);


Contoh 2 :

Mysql> create table pengarang (

             Kode_pengarang varchar (5) not null primary key,

             Nama_pengarang varchar(15) not null

);

penambahan primary key :


 prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >>  alter table pengarang add constraint pk primary key (kode_pengarang);

 

a.    Menghapus Primary Key Pada Tabel

Perintah :

Cara 1 : Jika primary key dibuat melalui create table :

            ALTER TABLE namatabel DROP PRIMARY KEY ;

Berikut ini perintah yang digunakan untuk menghapus primary key pada tabel buku :


prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >>  alter table pengarang drop primary key;

a.    Menentukan Foreign Key Pada Tabel

Foreign Key adalah satu set atribut atau set atribut sebagai key peghubung kedua tabel dan melengkapi satu relationship (hubungan) terhadap primary key yang menunjukkan keindukanya. Jika sebuah primary key terhubung ke table/entity lain, maka keberadaan primary key pada entity tersebut di sebut sebagai foreign key.

Untuk membuat foreign key, maka harus dipastikan bahwa tabel dan atribut yang dirujuk (tabel induk dari foreign key) sudah definisikan terlebih dahul. Perintah yang digunakan sebagai berikut :

ALTER TABEL namatabel ADD CONSTRAINT namaconstraint FOREIGN KEY (namafield) REFERENCES namatabelinduk (namafieldinduk) ON UPDATE CASCADE ON DELETE NO ACTION;


prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >>  alter table buku add constraint fk foreign key (kode_pengarang) references pengarang(kode_pengarang) on update cascade on delete no action;

Berikut ini perintah untuk membuat tabel buku beserta kolom-kolomnya :

Mysql> CREATE TABLE `buku` (

   `kode_buku` INT(15) NOT NULL AUTO_INCREMENT,

   `judul_buku` VARCHAR(15),

   `harga` INT(9) DEFAULT '0',

   `tahun_terbit` INT(4),

   `kode_pengarang` INT(5),

   `kode_penerbit` INT(5),

   PRIMARY KEY (`kode_buku`)

);


a.    Menghapus Foreign Key

Foreign key yang sudah dibuat di hapus dengan perintah :

ALTER TABLE namatabel DROP FOREIGN KEY namaconstraint;

Berikut ini perintah untuk menghapus foreign key pada tabel buku :

prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >>  alter table buku drop foreign key fk;

Mengubah Struktur Tabel

Tabel yag sudah dibuat dilakukan perubahan strukturnya seperti penambahan atribut (field), penghapusan atribut (field) bahkan mengganti lebar field dari tabel tersebut. Perintah yang digunakan adalah ALTER TABLE.

ü  Menambah Atribut Baru Pada Tabel

Syntax :

                    ALTER TABLE namatabel ADD fieldbaru tipe;

Dimana :

Namatabel adalah nama tabel yang akan ditambah fieldnya.

Field baru adalah nama atribut yang akan ditambahkan, tipe adalah tipe data dari atribut yang akan ditambahka. Berikut ini perintah untuk menambah atribut keterangan dengan tipe data varchar(25) ke dalam tabel buku :

prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >>  alter table buku add keterangan varchar(25);

a.    Menghapus Tabel

Table sudah dibuat dapat di hapus dengan menggunakan perintah DROP TABLE. Syntax sebagai berikut :

DROP TABLE namatabel;

Table yang akan dihapus sesuai dengan namatabel, beriku ini untuk

menghapus table dengan nama pengarang

:prakDB/Dimas_Bayu_Anjasmara(204) >>  drop table

buku;


POKOK BAHASAN 4

DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML)

 

PENDAHULUAN

 

Pada pokok bahasan ini akan dibahas mengenai data manipulation language (DML), dimana data pada basis data dapat di kelolah dan dimanipulasi dengan menggunakan perintah insert, select, update dan delete. Setelah mempelajari materi ini diharapkan mahasiswa mampu :

1.    Mahasiswa mampu memasukkan data ke tabel di MySQL.

2.    Mahasiswa mampu memanipulasi data dalam basis data di MySQL.

3.    Mahasiswa mampu melakukan query dalam basis data di MySQL.

 

PENYAJIAN (TUTORIAL)

A.    Data Manipulation Language (DML)

Data Manipulation Language (DDL) merupakan perintah-perintah yang berfungsi untuk melakukan manipulasi data ataupun objek-objek yang ada didalam tabel. Antara lain: perintah untuk memilih data (query), menyisipkan, mengubah dan menghapus data dalam basis data.

 

Bentuk manipulasi yang dapat dilakukan oleh DML diantaranya adalah :

  1. Melakukan pencarian kembali data lama,
  2. Penyisipan data baru ke dalam tabel
  3. Penghapusan data
  4. Pengubahan data
  5. Menampilkan data dengan kreiteria tertentu
  6. Menampilkan data secara terurut.

 

 

 

DML menurut jenisnya dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu :

  1. Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya, Contoh paket bahasa prosedural adalah dBase III, FoxBase.
  2. Non Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa tahu bagaimana cara mendapatkannya. Contoh paket bahasa non prosedural adalah SQL (Structured Query Language) atau Query By Example (QBE).

 

B.     Perintah DML sebagai berikut :

a.      INSERT

Perintah INSERT digunakan untuk menambahkan baris pada suatu tabel.

Terdapat dua cara untuk menambah baris, yaitu :

Cara 1 :

Menambah baris dengan mengisi data langsung pada setiap kolom tanpa menyertakan struktur tabel :

 

INSERT INTO namatabel VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);

Cara 2 :

Menambah baris dengan menyertakan struktur tabel dalam mengisi data pada setiap kolom :

 

INSERT INTO namatabel (kolom1,kolom2,kolom-n) VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);

Berikut ini perintah untuk menambahkan baris pada tabel buku :

 

Cara 1 :

MariaDB [perpustakaan]> insert into buku values ('001',Tips & Trik jago main rubik','50000','2009','51','101');

Keterangan :

Jika data bertipe string, date atau time (contoh : B001, Sistem Basis Data, 2007-11-10) maka pemberian nilainya diapit dengan tanda petik tunggal (‘B001’) atau petik ganda (“B001”). Jika data bertipe numerik (2500, 400) maka pemberian nilainya tidak diapit tanda petik tunggal maupun ganda.

a.      UPDATE

Perintah UPDATE digunakan untuk mengubah isi data pada satu atau beberapa kolom pada suatu tabel.

Syntax :

UPDATE namatabel SET kolom1 = nilai1, kolom2 = nilai2 [WHERE kondisi];

Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk mengubah suatu baris dengan suatu kondisi tertentu. Berikut ini perintah untuk mengubah baris pada tabel pengarang dengan data sebagai berikut :

Contoh 1 : mengubah semua nilai pada kolom judul_buku menjadi ‘Basis Data’ :

 

MariaDB [perpustakaan2]> update buku set judul_buku=nama_buku’;

a.         SELECT

Perintah SELECT digunakan untuk menampilkan isi dari suatu tabel yang dapat dihubungkan dengan tabel yang lainnya.

1)      Menampilkan data untuk semua kolom menggunakan asterisk (*)

Syntax : SELECT * FROM namatabel;

Berikut ini perintah untuk menampilkan semua data pada tabel buku:

MariaDB [perpustakaan]> select * from buku;

a.      DELETE

Perintah DELETE digunakan untuk menghapus satu baris, baris dengan kondisi tertentu atau seluruh baris. Syntax :

DELETE FROM namatabel [WHERE kondisi];

 

Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk menghapus suatu baris dengan suatu kondisi tertentu. Berikut ini perintah untuk menghapus baris pada tabel buku dengan data sebagai berikut :

 

MariaDB [perpustakaan]> select * from buku;

Contoh 1 : jika ingin menghapus seluruh baris pada tabel pengarang :

MariaDB [perpustakaan]> delete from buku;

POKOK BAHASAN 5

QUERY DAN VIEW

 

PENDAHULUAN

 

Pada pokok bahasan ini akan dibahas mengenai query dan view dalam basis data. Setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa mampu :

1.      Mengelolah data dengan kriteria tertentu.

2.      Mengelolah data dari beberapa tabel.

3.      Memahami dan membuat View

4.      Dapat Memanggil data melalui View

5.      Merubah definisi View

6.      Insert, Update, dan Delete data melalui View

7.      Menghapus (drop) view

 

PENYAJIAN (TUTORIAL)

 

A.    Query

Query merupakan suatu proses pengolahan data yang digunakan untuk memberikan hasil dari basis data berdasarkan kriteria tertentu. Query tidak hanya membaca atau mengambil data, query biasanya melibatkan beberapa tabel yang direlasikan dengan menggunakan field kunci. Namun query juga dapat digunakan pada satu tabel saja, tetapi hasilnya kurang informatif dan terbatas.

 

  1. Aturan dalam melakukan query antar tabel :

a.       Setiap field disebutkan bersama dengan nama tabelnya, dipisahkan tanda titik (.).

Syntax : Namatabel.namafield.

Contoh : buku.kode_buku artinya field kode_buku dari tabel buku.

b.      Setiap tabel yang terlibat dalam proses query harus disebutkan dalam klausa FROM, dengan pemisah koma (,).Dimana urutan tabel tidak mempengaruhi proses query.

Contoh : FROM buku, anggota.

c.       Kondisi dalam klausa WHERE mempengaruhi jenis join yang tercipta.

A.    View

View adalah perintah query yang disimpan pada database dengan suatu nama tertentu, sehingga bisa digunakan setiap saat untuk melihat data tanpa menuliskan ulang query tersebut.

 

Syntax dasar perintah untuk membuat view adalah sebagai berikut :

 

CREATE
  [OR REPLACE]
  VIEW view_name [(column_list)]
  AS select_statement

 

Kita menggunakan opsi OR REPLACE jika kita ingin mengganti view dengan nama yang sama dengan perintah tersebut. Jika tidak maka perintah CREATE VIEW akan menghasilkan error jika nama view yang ingin dibuat sudah ada sebelumnya.

B.     Penggunaan view

1.      View antar 2 tabel

Kita akan membuat view dari relasi antara tabel "buku" dan "penerbit" untuk menampilkan data buku dan penerbitnya dari database perpustakaan dengan nama "view_buku". Perintahnya adalah sebagai berikut :

CREATE VIEW view_buku AS SELECT a.Kode_buku, a.Judul_buku, a.tahun_terbit, b.Nama_pengarang FROM buku a JOIN pengarang b ON a.kode_pengarang= b.kode_pengarang;

Eksekusi perintah berikut untuk memastikan view telah dibuat :

 

SELECT * FROM information_schema.views WHERE table_name = 'view_buku';

 

Lihat hasil query view view_buku :

 

MariaDB [perpustakaan]> select *from view_buku;

POKOK BAHASAN 6

DATA CONTROL LANGUAGE (DCL) / HAK AKSES USER

 

PENDAHULUAN

 

Pada pokok bahasa ini akan dibahas mengenai manajemen hak akses user terhadap basis data. Setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa mampu :

a.    Mengetahui dan memahami hak akses di basis data.

b.    Mengetahui dan memahami pengaturan hak akses user.

c.    Memahami dan menerapkan batasan-batasan hak akses user.

 

PENYAJIAN (TUTORIAL)

 

A.  Pemahaman Hak Akses

Basis data yang telah dibuat perlu diatur agar data selalu dalam keadaan aman dari pemakai yang tidak berhak. Pengaturan hak akses berguna dalam hal pembatasan pengaksesan suatu data, misalkan hanya pemakai tertentu yang bisa membaca atau pemakai lain yang justru dapat melakukan perubahan dan penghapusan data.

 

Macam-macam perintah yang terkait dengan hak akses adalah SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE, REFERENCES, INDEX, CREATE, ALTER dan DROP.

 

B.  Mengatur Hak Akses

Untul MySQL versi 3.22. keatas dalam manajemen user dapat menggunakan perintah GRANT dan REVOKE untuk mengatur hak akses pemakai (user).

 

1.      Perintah GRANT

Dipergunakan untuk membuat user baru dengan izin aksesnya.

Bentuk umum :

 

GRANT  jenis_akses (`nama_kolom) ON nama_database TO nama_user IDENTIFIED BY ”nama_password” [WITH GRANT pilihan_akses]

 

Atau

 

GRANT hak_akses ON namatabel TO pemakai;

 

Dimana :

·         Hak_akses merupakan hak yang diberikan kepada pemakai berupa SELECT, INSERT saja atau keduanya. Bila hak akses lebih dari satu antar hak akses dipisahkan dengann koma (,).

·         Nama tabel, menyatakan nama tabel yang akan diakses dan diatur.

·         Pemakai, nama pemakai yang telah didaftarkan pada sistem database. Sejumlah pemakai bisa disebutkan dengan dipisahkan tanda koma (,).

Contoh :

Misalkan kita sebagai Administrator basis data yang mempunyai wewenang untuk mengatur hak akses para pemakai. Kita akan mengatur hak akses pengguna siska dan edi (sebagai user).

 

MariaDB [perpustakaan]>GRANT SELECT ON buku TO Dimas;


Komentar